Monday, February 28, 2022

Anakku Sayang


 

Anak-Anakku


Wahai anak-anakku

Engkaulah permata hatiku

Engkaulah hidupku

Tanpa mu apalah aku

Tanpa mu apa arti hidupku

Engkau memberikan warna

Engkau memberikan cerita

Engkau memberikan kebahagian

Engkau memberikan cinta

Terima kasih sayang telah hadir dalam duniaku

Terima kasih sayang telah mempercayaiku

Diriku tidak sempurna

Diriku masih egois

Engkau yang telah menyempurnakan hidupku

Engkau yang telah mengajariku

Engkau pemaaf tanpa dendam

Engkau penyejuk hatiku

Engkau Adalah cinta dan kebahagiaan ku

Tuesday, February 8, 2022

Khadijah Khanza Nusaybah

 


Aku memanggilnya "Khanza", anak gadis yang super aktif, cerdas, pintar, dan ceriwis.

Anak gadisku ini sama sekali tidak bisa jauh dari ibunya, tidur pun harus satu bantal berdua, itu pun mau hanya pakai bantal ibunya.

Setiap pagi, kalau anak gadis ku sudah bangun dan melihat ibunya berangkat kerja, sudah banyak dramanya sampai nangis sejadi-jadinya. Saya sebagai seorang ibu hatinya yang mudah baper suka tidak tega, namun harus tetap menjalankan tugas.

Setiap jam istirahat saya sempatkan video call, Alhamdulillah kalau ibunya kerja anak-anak anteng sama bibinya (Adeku).

"Umma" sebutan anak-anak ku kepada ku

Mungkin karena dari bayi tidak pernah ditinggal kerja, karena pada saat itu ketemu pandemi. Jadi belajar online sambil mengasuh anak-anak dengan sendiri, beda halnya dengan Abang nya "Rasyid" biasa saya, BaBanya, dan Khanza memanggil "Abang Rasyid". Abang Rasyid dari bayi sudah terbiasa ditinggal kerja, jadi Alhamdulillah anteng dan sudah paham dikit-dikit. Meski ada kalanya, saat melihat ibunya mau berangkat kerja ada drama juga tapi tidak setiap hari seperti adiknya.

Bagi ku mereka adalah penghibur dan mainan ku saat aku merasa lelah dan stress, mereka adalah semangat hidupku. Karena adanya mereka cerita kehidupan ku kini berbeda, bergelar seorang ibu adalah harapan setiap wanita. Semoga harapan itu mengajarkan ku sebagai seorang ibu yang baik, dapat mendidik anak-anak ku menjadi manusia yang berhati lembut, sabar, pengertian dan berakhlakul Karimah. Semoga Abang Rasyid dan Ade Khanza menjadi anak-anak yang Sholeh dan Sholehah...

Aamiin Yaa Rabbal'alamin 🤲🏻

Monday, February 7, 2022

Do'a dan Takdir


Jakarta, 25 Desember 2017

Ketika doa & takdir bertemu dalam satu garis lurus,

Percayalah kita belum berada dalam sebuah akhir cerita.

Saat namaku & namamu pada lauhul mahfudz telah mencapai bab penyatuannya,

percayalah hidup tak akan selamanya terasa indah.

Bunga-bunga cinta tak akan terus bermekaran serta mewangi baunya.

Percayalah sayang.

Dunia ini hanya setetes air pada maha luasnya samudra.

Layaknya sebutir debu pada akbarnya hamparan padang pasir sahara.

Apapun yang menjadi kekuranganku,

dan apapun yang menjadi kurangmu,

tak seharusnya membuat niat sucimu untuk membimbingku,

serta niat tulusku untuk mendampingimu menuju syurgaNya menyusut dan mengerucut sebab kecewa.

Percayalah sayang.

Bertahun-tahun sudah aku mencoba mendidik diri menjadi manusia yang percaya pada janji Tuhannya.

Tak mudah memang.

Banyak ujian yang hampir membuatku menyerah.

Banyak jalanan terjal yang hampir membuatku tergelincir.

Tapi disini,

engkau masih bisa melihatku tegak berdiri meski pernah hampir oleng terpapar garangnya jerat-jerat jaring dunia.

Janjiku pada hari dimana engkau menggetarkan langitNya masih tak berubah hingga kini.

Aku masih ingin sakinnah denganmu,

mawaddahh bersamamu,

wa rahmah didunia & firdausNya.

Kenangan Terindah

 Pernahkah kau mengagumi atau menyukai seseorang? Apa yang kau lakukan ketika mengagumi atau menyukai seseorang? Yah... Setiap orang memilik...