Monday, February 7, 2022

Do'a dan Takdir


Jakarta, 25 Desember 2017

Ketika doa & takdir bertemu dalam satu garis lurus,

Percayalah kita belum berada dalam sebuah akhir cerita.

Saat namaku & namamu pada lauhul mahfudz telah mencapai bab penyatuannya,

percayalah hidup tak akan selamanya terasa indah.

Bunga-bunga cinta tak akan terus bermekaran serta mewangi baunya.

Percayalah sayang.

Dunia ini hanya setetes air pada maha luasnya samudra.

Layaknya sebutir debu pada akbarnya hamparan padang pasir sahara.

Apapun yang menjadi kekuranganku,

dan apapun yang menjadi kurangmu,

tak seharusnya membuat niat sucimu untuk membimbingku,

serta niat tulusku untuk mendampingimu menuju syurgaNya menyusut dan mengerucut sebab kecewa.

Percayalah sayang.

Bertahun-tahun sudah aku mencoba mendidik diri menjadi manusia yang percaya pada janji Tuhannya.

Tak mudah memang.

Banyak ujian yang hampir membuatku menyerah.

Banyak jalanan terjal yang hampir membuatku tergelincir.

Tapi disini,

engkau masih bisa melihatku tegak berdiri meski pernah hampir oleng terpapar garangnya jerat-jerat jaring dunia.

Janjiku pada hari dimana engkau menggetarkan langitNya masih tak berubah hingga kini.

Aku masih ingin sakinnah denganmu,

mawaddahh bersamamu,

wa rahmah didunia & firdausNya.

No comments:

Post a Comment

Kenangan Terindah

 Pernahkah kau mengagumi atau menyukai seseorang? Apa yang kau lakukan ketika mengagumi atau menyukai seseorang? Yah... Setiap orang memilik...