Aku memanggilnya "Khanza", anak gadis yang super aktif, cerdas, pintar, dan ceriwis.
Anak gadisku ini sama sekali tidak bisa jauh dari ibunya, tidur pun harus satu bantal berdua, itu pun mau hanya pakai bantal ibunya.
Setiap pagi, kalau anak gadis ku sudah bangun dan melihat ibunya berangkat kerja, sudah banyak dramanya sampai nangis sejadi-jadinya. Saya sebagai seorang ibu hatinya yang mudah baper suka tidak tega, namun harus tetap menjalankan tugas.
Setiap jam istirahat saya sempatkan video call, Alhamdulillah kalau ibunya kerja anak-anak anteng sama bibinya (Adeku).
"Umma" sebutan anak-anak ku kepada ku
Mungkin karena dari bayi tidak pernah ditinggal kerja, karena pada saat itu ketemu pandemi. Jadi belajar online sambil mengasuh anak-anak dengan sendiri, beda halnya dengan Abang nya "Rasyid" biasa saya, BaBanya, dan Khanza memanggil "Abang Rasyid". Abang Rasyid dari bayi sudah terbiasa ditinggal kerja, jadi Alhamdulillah anteng dan sudah paham dikit-dikit. Meski ada kalanya, saat melihat ibunya mau berangkat kerja ada drama juga tapi tidak setiap hari seperti adiknya.
Bagi ku mereka adalah penghibur dan mainan ku saat aku merasa lelah dan stress, mereka adalah semangat hidupku. Karena adanya mereka cerita kehidupan ku kini berbeda, bergelar seorang ibu adalah harapan setiap wanita. Semoga harapan itu mengajarkan ku sebagai seorang ibu yang baik, dapat mendidik anak-anak ku menjadi manusia yang berhati lembut, sabar, pengertian dan berakhlakul Karimah. Semoga Abang Rasyid dan Ade Khanza menjadi anak-anak yang Sholeh dan Sholehah...
Aamiin Yaa Rabbal'alamin 🤲🏻

No comments:
Post a Comment