Cintakah kau padaku?
Datanglah kau pada diriku?
Tahukah kau hati ku begitu sepi
Raga mu Deket namun terasa jauh
Itu yang aku rasakan
Dirimu selalu bermuka masam dan tidak ceria saat ada diantara kita
Kau sibuk dengan hobby yang membuat kita diabaikan
Aku dan anak-anakku Selalu menunggu bermain, tertawa, dan cerita bersama.
Menyesalkah kamu tidak dapatkan pahala yang sudah terbukti halalnya depan matamu
Menyentuh ku, tersenyum padaku, berkata manis, dan mencium ku. Rasanya aku hanya berkhayal dengan imajinasi ku, padahal kau adalah orang yang sangat jelas depan mataku.
Rupaku tidaklah secantik bidadari surga, tidak secantik wanita rekan kerjamu, tidak secantik wanita yang kau temui di perjalanan. Namun akulah istrimu yang selalu kau diamkan dan kau acuhkan.
Kau sangat berbeda saat dirimu ditengah-tengah antara teman-teman mu, begitu mempesona, ceria, senyumanmy sangatlah lebar kau perlihatkan depan umum. Namun saat bersamaku, apalah aku hanya melihat ketidak sukaan mu kepadaku, kau tiba-tiba berubah, kau menolak ku cium tanganmu seusai shalat, hatiku hancur, sedih, padahal tidak ada orang lain diantara kita hanya ada kamu, aku dan anak-anak kita
Menyesalkah kau mengabaikan ku?
Aku sangatlah pintar dalam menyembunyikan sesuatu, menyembunyikan rahasia pribadi, menyembunyikan sedih dan tangisku.
Pernikahan kita baru akan menginjak 5 tahun, namun hatiku sudah terasa hampa. Kita bagaikan orang asing setiap harinya, apakah kau tidak merasakan?
Aku mencoba menerima sikap yang sudah menjadi tabiat mu, aku mencoba menerima apa yang sudah aku lihat depan mataku, aku mencoba menerima dengan segala hobbi mu, namun lihatlah sekali saja diriku, pernahkah kau memperhatikan wajahku yang kusut lelah seharian bermain anak-anak?
Setiap harinya aku selalu berprasangka mungkin, sifatnya akan berubah besok, ketika besok mungkin lusa, ketika bertemu lusa mungkin keesokannya lagi. Aku hanya tidak berharap banyak padamu, aku hanya kau melihat ku yang ada di depanmu.
Terima kasih atas semua waktu yang sudah kau isi, semoga aku dapat memahami dan menerima apa yang menjadi maumu.
No comments:
Post a Comment