Thursday, July 28, 2022

Kenangan Terindah

 Pernahkah kau mengagumi atau menyukai seseorang?

Apa yang kau lakukan ketika mengagumi atau menyukai seseorang?

Yah... Setiap orang memiliki caranya tersendiri ketika sedang mengagumi seseorang. Ada yang berani mendekat, ada yang hanya mengagumi dari jauh dan ada yang hanya menyimpannya dalam hati.

Talita salah satu orang yang ketika mengagumi seseorang hanya menyimpannya dalam hati, dia tidak menunjukkan perasaannya sedikit pun kepada orang yang ia sukai. Bagaimana rasanya hanya dia yang mengagumi sendirian tanpa ada yang mengetahui?

Talita, perempuan anggun berwajah manis, penyayang, perhatian, pendiam, ramah, agamis, penuh sopan dan santun. Dia wanita yang sangat rapih ketika mengagumi atau menyukai seseorang, dia sangat rapih menyembunyikan perasaannya, bahkan teman dekatnya tidak ada yang tahu bagaimana perasaannya.

Talita berangkat dari rumah penuh semangat untuk ke kampus, setiap pagi Talita diantar ayahnya sampai halte Transjakarta. Kendaraan setiap harinya menuju kampus adalah bus Transjakarta, karena masih pagi bus tidak terlalu padat. Talita turun di halte harmoni untuk meneruskan perjalanannya berganti bus, naik bus umum resiko hanya di waktu. Jika bus datang cepat maka Talita sampai kampus tepat waktu, jika bus datang telat ia pun akan terlambat sampai kampus. Talita selalu mengefisiensikan waktu setiap harinya.

Talita kuliah di salah satu universitas swasta Jakarta Selatan, dia menduduki semester 4 saat ini jurusan yang ditempuhnya adalah pendidikan matematika. Jurusan matematika bukan pilihannya saat mendaftarkan dirinya, namun saat itu jurusan yang ia minati belum ada dan pada akhirnya dia mengambil jurusan yang dia mampu dan dapat mengikuti.

Sepanjang perjalanan di bus, ia memandangi langit yang terhampar luas. Maha Besar Allah telah menciptakannya. Di luar sana cuaca sangat cerah, gumpalan awan putih yang bermacam-macam bentuk menampakkan keindahannya. Sehingga terpesona bagi setiap orang yang melihatnya.

Keadaan bus sangat padat, Talita tidak mendapatkan kursi sehingga ia harus berdiri. Setiap pulang dan pergi bus Transjakarta menuju arah Jakarta Selatan tidak pernah sepi selalu ramai, tempat duduk pun siapa cepat dia dapat. Maka dari itu Talita tidak pernah 

Sesampainya di kampus Talita bertemu dengan teman-temannya, mereka saling bersenda gurau sebelum memasuki kelas. Ketika Talita ingin masuk kelas, dari jauh dia melihat seseorang yang membuat jantungnya berdebar kencang sampai tidak dapat menahan debarannya.

Pria tinggi semampai, manis, dan berkacamata membuat Talita menghentikan langkahnya sejenak namun tidak lama dia langsung memasuki kelasnya. Pada pandangan pertama pria itu sudah membuat hati Talita tidak karuan.

Talita berusaha tidak ingin mencari tahu dan ingin bersikap biasa saja jika nanti berpapasan dengannya kembali, kegiatan belajar berlangsung dengan sedikit membosankan. Mungkin karena dosen yang kurang menguasai kelas sehingga membuat jenuh para masiswanya. Setelah 2 jam belajar berganti dosen lain, kelas sedikit gaduh ketika tidak ada dosen sama halnya seperti anak-anak SMA.

Ketika dosen belum masuk kelas, ada yang keluar kelas cari makan karena lapar belum sarapan, ada yang pergi ke kantin, ada yang merokok (mahasiswa), ada yang sibuk dengan gadget, ada yang sibuk sama laptop, ada yang asyik ngerumpi bersama gengnya, dan ada yang asyik menyendiri tidur diatas meja.

Info dari ketua bahwa dosen berhalangan hadir, Talita dan teman-temannya beralih pindah ke mushallah fakultas. Karena waktu menjelang Dzuhur masih lama, sebagian teman Talita mengerjakan shalat sunah duha begitu juga dengan Talita. Talita dan temennya tetap berada di mushallah sambil menunggu waktu Dzuhur tiba.

Saat adzan Dzuhur berkumandang segerombolan mahasiswa dan mahasiswi lewat depan mushallah, dari segerombolan mahasiswa ada salah satu pria yang membuat Talita menoleh sedikit memperhatikan, terlihat senyumnya yang menggembang.

Lebih baik menyimpan rapat perasaan kita terhadap lawan jenis, meski itu hanya sekedar mengagumi. Karena, saat orang tersebut menggetahuinya akan ada seseorang yang tidak suka dengan perasaan kita terhadap orang yang kita kagumi. Entah itu temen dekatnya, temen perempuannya, atau orang lain yang mungkin tidak kita kenal.

Sebagai perempuan pada hakikatnya adalah menjaga Izzah dan iffahnya, Izzah adalah kehormatan perempuan sebagai seorang muslimah. Sedangkan Iffah adalah bagaimana seorang muslimah dapat menjaga kesucian dirinya dengan menjadikan malu sebagai pakaian mereka.

Aku menemukan sebuah website dimana ada tulisan berjudul “Catatan Seorang Akhwat” disana aku membaca dan merenungi kata demi kata yang dituliskan oleh penulisnya, sungguh aku sangat suka, terlebih ada sebuah quotes yang tertulis indah. Begini bunyi quotes itu :

“Jika engkau jatuh cinta pendamlah rasa itu dan jangan kau tampakkan. Mohonlah kepada Allah agar menjadi tenang. Jika kau mati dalam keadaan bersabar, niscaya kau akan beruntung mendapatkan syurga.” (Taman Orang-Orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu)

Siapa yang belum pernah merasakan jatuh cinta, aku rasa kebanyakan sudah merasakan itu, tapi yang membedakan adalah apakah dia mengumbar atau diam dan bermunajat kepada pemilik hati ini?

Wednesday, July 6, 2022

Singlelillah

Kata orang menunggu itu satu hal yang menyebalkan, tapi bagi ku menunggu itu satu hal yang menyenangkan .

Menunggu kereta.

Menunggu mobil/motor online.

Menunggu air matang.

Menunggu ada yang ngirim pulsa atau kuota nyasar. 🙊

Kadang bosen kan? Itu Manusiawi, wajar-wajar saja namanya juga manusia pasti bisa mengalami titik jenuh pada masanya. Tapi, menurut ku 'menunggu' itu bisa dijadikan momen yang tepat buat muhasabah dan dzikir di sela-sela kekosongan waktu .

Pada hakikatnya kita hidup di dunia ini untuk menunggu hal yang sebenar-benarnya pasti datang, yaitu menunggu kapan Malaikat Izrail menjemput kita. Menunggunya itu adalah satu kenikmatan. Nikmat bila pada masa penantian itu kita isi dengan melakukan amal-amal shalih, bukankah itu menyenangkan jika tiap saat kita bisa dekat dengan-Nya?

Sambil menunggu kereta, baca shalawat.

Sambil menunggu air matang, baca dzikir. 

Sambil menunggu ada pulsa/kuota nyasar? baca Qur'an.

Bagi sebagian orang, menunggu itu menyebalkan tapi bagi ku menunggu itu menyenangkan sebab saat itulah masa-masa keemasan untuk bisa memperbaiki diri. Menunggu ada yang lamar misalnya. Kan berabe kalo suatu waktu ada ikhwan shaleh yang ngetuk pintu rumah mau ngelamar, eh kitanya masih begajulan. Masa iya memperbaiki dirinya pakai sistem kebut semalam? Lah selama ini masa 'menunggu' itu dipake buat apa mba?

Saat menunggu dalam penantian sang Ikhwan Sholeh melamar harus penuh kebesaran jiwa, julukan ku pada saat masa penantian adalah "Jones". Pribahasa jones mungkin sudah tidak asing lagi untuk di dengar, terutama dikalangan remaja saat ini "Jones (jomblo ngenes").

"Ya Allah... Sesedih itukah masa penantian ku" ujarku dalam hati

Bertahun-tahun menanti dan bertemu dengan orang yang pernah singgah namun pada akhirnya mereka bukanlah jodohku. Selama masa penantian, aku mendekatkan diriku padaNya. Memperbanyak munajat, memperbaiki niat apa yang menjadi dasar berumah tangga. Bukan hanya semata nafsu belaka akan tetapi niat beribadah karena Allah.

Saat kita menginginkan sesuatu maka pada dasar sifat manusia adalah merengek bahkan menangis sampai sejadi-jadinya kepada ayah/ibu, itupun yang aku lakukan saat masa penantian. Benar-benar menikmati dan menjalani apa yang telah Allah gariskan dalam kehidupanku.

Aku adalah wanita yang tidak memiliki teman pria, namun hatiku sangat luas jika sudah menyayangi seseorang. Maka dari itu aku sangat menjaga dari berbagai rasa pada lawan jenis, dalam masa menunggu aku berusaha menjaga Izzah dan iffah sebagai muslimah. Aku yakin bagi para muslimah yang sedang dalam masa penantian atau menunggu Sang pangeran berkuda datang pasti bisa menjaga Izzah dan iffahnya. Gunakan masa dalam penantian mu dengan melakukan hal-hal yang positif, bersikap dan berpikir positif, insyaAllah takdir Allah akan datang di tempat waktu. Maka bersabarlah, kuatkan iman dan mendekatkan diri pada-Nya. 

***

"Nidha....." Panggil ibu dari luar kamar

Panggilan terlembut yang sering aku dengar disetiap pagi ku. Suara lembut itu adalah milik ibuku, apalagi saat ibu sedang menasihati senang sekali mendengarnya. Meski sesekali terdengar teriakan dan cerewetnya ibu saat aku tidak merespon panggilannya dan melakukan kesalahan.

"Iya Bu"

Aku pun bergegas bangun dari tempat tidurku, lalu ku hampiri ibu dengan wajah kucel. Seperti biasa setiap paginya, aku selalu menemani ibu kepasar berbelanja kebutuhan dapur dan lauk pauk yang ingin dimasak pada hari ini.

"Cuaca hari ini sangat menyegarkan" gumamku dalam hati, sambil menghirup nafas panjang saat keluar dari pintu rumah. Pasar sudah ramai dari dini hari, kebetulan rumahku tepat depan pasar jadi tidak perlu jauh-jauh jalan kaki untuk berbelanja kebutuhan dapur.

Pasar tampak ramai hari ini, namun dimana-mana pasar selalu ramai. Ku langkah kan kaki ku perlahan demi perlahan mengikuti jejak kaki ibu ku, karena ibu yang tahu mau berbelanja apa saja kadang aku berjalan mengikuti ibu dari belakang karena kalau jalan berdampingan makan tepat.

Sambil berjalan aku sedikit cerita bahwa hari ini ada acara diluar untuk mengikuti seminar bersama saudara ku dan teman-temannya.

"Seminar apaan neng?" Tanya ibuku

"Seminar pra nikah Bu" jawabku sambil tersipu malu

Ibu hanya tersenyum mendengar jawabanku

Sesampainya di rumah, aku langsung bergegas mandi dan berpakaian rapih ala kadarnya dengan ciri khas berpakainku, gamis panjang sampai bawah mata kaki, hijab menutupi dada dan disilangkan kekiri menggunakan Bros hijab. Setelah rapih, aku berpamitan pada ibu.

Sesampainya di stasiun kalibata, aku dan saudara ku menunggu temennya sampai stasiun tujuan, tinggal beberapa stasiun. Panggil saja saudaraku 'sunny' dia adalah saudara terdekatku karena usia yang tak terlampau jauh antara aku dan saudaraku. Sambil menunggu kita cari jajan sambil mengecek tarif mobil online. Tidak lama kemudian temen sunny pun sudah ada dihadapan kita, dan lanjut ke perjalanan selanjutnya menggunakan mobil online agar sampai pada tempat acara.

Sesampainya pada gedung yang dituju, suasana tidak terlalu ramai. Akhirnya kita menuju tempat registrasi, setelah registrasi kita menuju ke tempat acara. Saat kaki melangkahkan kaki ruang aula, ternyata disana sudah padat dengan para akhwat dan Ikhwan. Pintu masuk akhwat dan ikhwan dipisah menuju aula, kita betpadat-padatan menuju aula sambil bergilir mendapatkan Snack. Tidak lama kemudian di belakang rombongan kita masih banyak rombongan lain yang baru pada datang, sungguh luar biasa seminar pra nikah yang di minati para akhwat dan Ikhwan ini.

Sampailah kita di posisi tempat duduk aula, ada 2 tingkat dalam bentuk lingkaran O tempat duduk aula tersebut. Karena tempat duduknya tidak teratur penempatannya maka dari kami ber 4 mencar dibagi 2. Posisi aku duduk baris kedua dari tempat duduk terakhir, saudaraku posisi dibelakangku.

Tiada yang terjadi di dunia ini tanpa sepengetahuan Allah Azza Wajalla, DIA tidak pernah tidur dan maha tahu dari apa yang tidak kita ketahui.

Pagi ini merupakan hal yang membuat diriku merasa kaku, hari minggu maupun hari libur lainnya memang terkesan membekukan aktivitas ku. saat sebagian manusia merasa bebas dengan liburnya aktivitas.

Langkah siang ini sangat bersahabat, buru-buru disapu setiap awan yang melintas menutupi kecerahan pandangan, tak sehelai pun tertinggal, sinar kuning merambat disetiap dinding kehidupan dengan perkasa. Beda denganku, hari ini bersemangat lembut melangkah pergi, ujung jilbab putih ini berkibar menggambar angin yang bergolak, ku mantap meniti langkah menuju rumah dengan berjalan kaki hanya butuh 20 menit sampai tujuan, cukup melelahkan namun inilah aku dan juga hidupku…


Rasa 2

Cintakah kau padaku?

Datanglah kau pada diriku?

Tahukah kau hati ku begitu sepi

Raga mu Deket namun terasa jauh

Itu yang aku rasakan

Dirimu selalu bermuka masam dan tidak ceria saat ada diantara kita

Kau sibuk dengan hobby yang membuat kita diabaikan

Aku dan anak-anakku Selalu menunggu bermain, tertawa, dan cerita bersama.

Menyesalkah kamu tidak dapatkan pahala yang sudah terbukti halalnya depan matamu

Menyentuh ku, tersenyum padaku, berkata manis, dan mencium ku. Rasanya aku hanya berkhayal dengan imajinasi ku, padahal kau adalah orang yang sangat jelas depan mataku.

Rupaku tidaklah secantik bidadari surga, tidak secantik wanita rekan kerjamu, tidak secantik wanita yang kau temui di perjalanan. Namun akulah istrimu yang selalu kau diamkan dan kau acuhkan.

Kau sangat berbeda saat dirimu ditengah-tengah antara teman-teman mu, begitu mempesona, ceria, senyumanmy sangatlah lebar kau perlihatkan depan umum. Namun saat bersamaku, apalah aku hanya melihat ketidak sukaan mu kepadaku, kau tiba-tiba berubah, kau menolak ku cium tanganmu seusai shalat, hatiku hancur, sedih, padahal tidak ada orang lain diantara kita hanya ada kamu, aku dan anak-anak kita 

Menyesalkah kau mengabaikan ku?

Aku sangatlah pintar dalam menyembunyikan sesuatu, menyembunyikan rahasia pribadi, menyembunyikan sedih dan tangisku.

Pernikahan kita baru akan menginjak 5 tahun, namun hatiku sudah terasa hampa. Kita bagaikan orang asing setiap harinya, apakah kau tidak merasakan?

Aku mencoba menerima sikap yang sudah menjadi tabiat mu, aku mencoba menerima apa yang sudah aku lihat depan mataku, aku mencoba menerima dengan segala hobbi mu, namun lihatlah sekali saja diriku, pernahkah kau memperhatikan wajahku yang kusut lelah seharian bermain anak-anak?

Setiap harinya aku selalu berprasangka mungkin, sifatnya akan berubah besok, ketika besok mungkin lusa, ketika bertemu lusa mungkin keesokannya lagi. Aku hanya tidak berharap banyak padamu, aku hanya kau melihat ku yang ada di depanmu.

Terima kasih atas semua waktu yang sudah kau isi, semoga aku dapat memahami dan menerima apa yang menjadi maumu.

Tuesday, July 5, 2022

Waktu

Ada 70 miliar waktu yang indah dalam pandangan populasi 70 miliar orang

Yang artinya, setiap orang memiliki waktu yang indahnya sendiri

Waktu yang indah

Masa-masa ketika kehidupan berubah menjadi bunga

Jangan merasa sedih karena ia belum tiba

Jangan disesalkan karena ia sudah pergi

Kejadian kemarin, lupakan hari ini

Aku adalah kamu, kamu adalah kami

Karena waktu terus berjalan

Bunga selalu bersiap untuk mekar

Ulang Tahun Rasyid ke 3

Jum'at, 28 September 2018 pukul 11.21

Sungguh nikmat yang luar biasa, terbayar semua saat mendengar tangismu nak. Kata-kata yang Umma rangkai hanya mewakili sedikit rasa sayang & cinta Umma terhadap mu.


Saat ini kau mulai memasuki usia 3 tahun, sungguh hari-hari itu panjang tetapi tahun-tahun itu singkat. Dari dalam perut kamu sudah menjadi anak baik, penurut, bahkan kamu mendengar apa yang Umma pinta. MasyaAllah...

Alhamdulillah saat mengandung mu Umma dapat 2x khatam, bahkan ada perasaan terkejar tidak ya untuk khataman kedua sampai tanggal prediksi. Harusnya lahir tanggal 25 jadi tanggal 28, pas tanggal 25 sampai fajar terbit Alhamdulillah khataman ke 2 selesai.

Pada saat itu doa Umma, "semoga anak ini menjadi penghafal Al-Qur'an, menjadi imam besar di Masjidil haram" Aamiin 🤲🏻 namun, apa pun kelak cita-citamu dan harapan mu, ingat bahwa doa Umma akan selalu membersmaimu sepanjang waktu.


Selamat ulang tahun anakku sayang, terima kasih sudah menjadi penyempurna dalam hidup Umma🤗Semoga menjadi anak yang Sholeh, anak yang bertaqwa, berakhlakul karimah, anak yang berbakti, menjadi anak hebat, sayang sama Ade, sayang sama keluarga, semoga Rahmat Allah selalu tercurahkan kepadamu setiap harinya dengan bermacam pintu keberkahan. Aamiin 🤲🏻


I love you sayang, Abang Rasyid🤗😘😇

Hambar Rumah Tanggaku

Bagaimana rasa masakan yang kalian makan rasanya hambar, tidak ada rasa asin, manis atau pedas. Benar-benar tidak mendapatkan rasa enak dalam makanan tersebut.

Begitu pula dengan rumah tangga, terasa hambar. Tidak merasakan apa-apa dalam rumah tangga ku. Manisnya rumah tangga hanya ada dalam 2 atau 3 tahun pernikahan, merasakan sangat indahnya dalam rumah tangga mungkin di 1 tahun pertama. Masih terasa hangat, saling memberikan perhatian, saling melengkapi, saling mengerti, namun setelah 3 tahun pernikahan semua terasa hambar.

Sakit rasanya, hanya aku yang pertahan dengan rasa hambar tersebut. Semua makanan aku telan pahit-pahit tanpa merasakan kehambaran itu, padahal dari hati terdalam aku berontak. Pikiran ku terus berputar dengan banyak pertanyaan yang ingin aku ajukan, namun apalah daya semua ku simpan rapat-rapat demi menjaga rumah tanggaku.

Ada anak-anak yang selalu merindukan hadirnya, yang selalu menunggu kedatangannya, yang selalu menunggu untuk bermain dengannya, yang selalu menunggu untuk diajak bicara, dan yang selalu ingin mendapatkan perhatiannya.

Jangan kan anak-anak yang merindukannya begitu pun dengan aku, selalu menunggu dekapannya dan kasih sayangnya. Namun aku hempaskan semua perasaan itu, yang penting anak-anak mendapatkan apa yang mereka inginkan dari sosoknya.

Iya, sosok figur seorang ayah yang selalu aku rindukan. Yang selalu ingin aku rasakan dari dulu hingga sekarang, namun saat berumah tangga figur seorang ayah pun tidak aku lihat pada dirinya dalam hidupku.

Memiliki seorang ayah yang tidak pernah hidup satu atap dengan kita adalah hal yang hampa, memiliki rasa peduli terhadapnya, namun yang seharusnya semua rasa tertuju padanya itu tidak aku miliki. Hanya sekedar rasa kasihan dan peduli sekedarnya, mungkin sakit namun aku lebih sakit.

Maka dari itu, aku tidak ingin apa yang aku rasakan dahulu dirasakan oleh anak-anak ku.

Kurangku Kurangmu


Setiap pasangan memiliki kekurangan masing-masing, begitu pula dengan diriku atau dirimu. Aku memiliki kekurangan dan kau pun punya kekurangan, jika kita saling melengkapi maka tertutuplah kekurangan terebut.

Cinta seharusnya seperti itu, jika pasangan kita memiliki kekurangan maka dengan lapang dada harus menerima kekurangannya. Karena, tidak ada makhluk sempurna di muka bumi ini. Kesempurnaan hanya milik Allah, sebagai manusia yang dhaif pasti banyak kurangnya.

Adakalanya terdapat pasangan suami istri yang tidak menerima kekurangan pasangannya masing-masing sehingga sering terjadi pertikaian-pertikaian kecil dalam rumah tangganya. Jika kita dapat memaknai pertikaian itu sebagai bumbu rumah tangga, maka amanlah rumah tangganya. Namun, jika sebaliknya terus memperpanjang setiap masalah-masalah kecil mau dibawa ke mana nasib rumah tangganya.

Kekuranganku dan kekuranganmu telah menyatukan kita menjadi satu. Kelebihan mu melengkapi kekuranganku dan kelebihanku melengkapi Kekuranganmu, begitu seharusnya. Semoga bumbu-bumbu manis rumah tangga ini selalu menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi, pribadi yang kuat, sabar dan selalu memberikan semangat dalam menggapai ridha-Nya.

Kenangan Terindah

 Pernahkah kau mengagumi atau menyukai seseorang? Apa yang kau lakukan ketika mengagumi atau menyukai seseorang? Yah... Setiap orang memilik...