Tuesday, June 14, 2022
Hari Pertama
Tuesday, March 29, 2022
Cerita Awal
Cinta 1/3 malam dengan istikharah😊
2016, lupa bulan, lupa tanggal😂 Seorang pria memperkenalkan dirinya melalui chat, tanpa basa-basi pria ini lantas bicara "saya boleh gak kerumah?" what???😱halloo... Siapa elu, pribahasa kasarnya seperti itu🙏kenal juga tidak, pernah bertemu juga tidak, kalau orang-oranh rumah bertanya, siapa dia? Harus kasih jawaban apa. Karena dulu awam kan dengan istilah "ta'aruf" akhirnya hanya beberapa hari kenal, tuh pria hilang gitu aja😅cuma kita temenan di wa meski gak pernah chat. Akhirnya Allah mempertemukan dipertengahan ramadhan dengan alasan saya memesan kue dagangannya😁itu pun ketemu gak tatap muka soalnya dia pakai masker😊terjadilah pertemuan pertama kita.
25 Desember 2016, saya mengikuti seminar pra nikah yang diselenggarakan oleh @kangabay_ dan diisi oleh @ananditodwis . Datang kesana berdua sama bebebz @saniaalvi.ar , dengan mengikuti seminar akhirnya saya mendapat jawabannya, diacara seminar tersebut kami para singlelillah diberi intruksi untuk saling berjabat tangan dan mendoakan kepada orang yang duduk disamping kita agar segera mendapatkan jodoh impiannya. Dengan penuh keikhlasan dan harapan saya pun mendoakan orang tersebut, agar doa yang saya panjatkan dapat balik ke saya. Semoga dia pun sudah memiliki pasangan hidup dan momongan. Aamiin...😇
26 Desember 2016, singkat cerita setelah mengikuti seminar. Pria ini mengungkapkan niatnya, bahwa dia ingin ta'aruf dengan saya dan ingin kerumah. Pada saat itu ada perasaan was2, deg2an, nano-nano deh. Udah gak ragu2 lagi, Alhamdulillah paham karena selain mengikuti seminar saya pun mendengarkan ceramah2 melalui youtube apa itu ta'aruf. Kami pun merancang prosesnya, bertukar biodata melalui perantara om saya karena beliau yang kenalin saya dengan pria ini. Kurang lebih 2 mingguan, kami meminta petunjuk kepada Allah melalui (Istikharah) dan tahajud dengan tersedu2 memintanya (saya)😭. Karena Allah maha membolak balikkan hati manusia, jika memang dia baik untuk hamba, masa depan hamba, agama hamba, maka dekatkanlah, permudahkanlah, lancarkanlah niat baik kami, dan hamba ingin menikah karena ingin beribah kepada-Mu, menggenapkan separuh agama kami, doanya banyak deh, kalau cerita gini suka ikut melow serta mesem2 sendiri.
Awal januari 2017, lupa tanggal😂Akhirnya sesuai dengan ucapannya ini pria kerumah memperkenalkan dirinya dan memberikan maksud kedatangannya. Meskipun saya belum kenal2 banget siapa dia, hanya tahu dari selembar biodata. Ngeliat mukanya pas dia kerumah mengungkapkan maksud tersebut😌entah pertemuan kedua atau ketiga gitu, lupa (kebanyakan lupa maklum udah punya anak 2😅). Pria ini menyampaikan sesuatu bahwa dia akan dilangkahkan oleh adenya, karena adenya sudah dikhitbah duluan sebelum kita ta'aruf. Semoga saya dapat sabar menunggu, kalau memang dalam masa menunggu ada pria lain yang mengajak saya menikah, pria ini dengan rendah hati akan mundur.
Selama beberapa bulan kami tidak komunikasi, dan komunikasi menanyakan kabar dan bagaimana apakah saya masih menunggu😊Bulan juli atau agustus pria ini datang lagi untuk meminta dan mengabari bahwa acara adenya sudah selesai, kemudian menindak lanjuti selanjutnya mau seperti apa. Kalau kata orang tua dulu gak boleh ade kakak nikah pada tahun yg sama, wallahu'alam. Itu yang menjadi pertimbangan kita, dari sana keyakinan saya jadi melemah. Mungkin bukan jodoh, mungkin belum saatnya, udah mikir gak karuan ya kan. namun serba menandak pada 2 september 2017 pria ini datang kerumah beserta rombongannya dengan ingin mengkhitbah saya.
Monday, February 28, 2022
Anakku Sayang
Anak-Anakku
Wahai anak-anakku
Engkaulah permata hatiku
Engkaulah hidupku
Tanpa mu apalah aku
Tanpa mu apa arti hidupku
Engkau memberikan warna
Engkau memberikan cerita
Engkau memberikan kebahagian
Engkau memberikan cinta
Terima kasih sayang telah hadir dalam duniaku
Terima kasih sayang telah mempercayaiku
Diriku tidak sempurna
Diriku masih egois
Engkau yang telah menyempurnakan hidupku
Engkau yang telah mengajariku
Engkau pemaaf tanpa dendam
Engkau penyejuk hatiku
Engkau Adalah cinta dan kebahagiaan ku
Tuesday, February 8, 2022
Khadijah Khanza Nusaybah
Aku memanggilnya "Khanza", anak gadis yang super aktif, cerdas, pintar, dan ceriwis.
Anak gadisku ini sama sekali tidak bisa jauh dari ibunya, tidur pun harus satu bantal berdua, itu pun mau hanya pakai bantal ibunya.
Setiap pagi, kalau anak gadis ku sudah bangun dan melihat ibunya berangkat kerja, sudah banyak dramanya sampai nangis sejadi-jadinya. Saya sebagai seorang ibu hatinya yang mudah baper suka tidak tega, namun harus tetap menjalankan tugas.
Setiap jam istirahat saya sempatkan video call, Alhamdulillah kalau ibunya kerja anak-anak anteng sama bibinya (Adeku).
"Umma" sebutan anak-anak ku kepada ku
Mungkin karena dari bayi tidak pernah ditinggal kerja, karena pada saat itu ketemu pandemi. Jadi belajar online sambil mengasuh anak-anak dengan sendiri, beda halnya dengan Abang nya "Rasyid" biasa saya, BaBanya, dan Khanza memanggil "Abang Rasyid". Abang Rasyid dari bayi sudah terbiasa ditinggal kerja, jadi Alhamdulillah anteng dan sudah paham dikit-dikit. Meski ada kalanya, saat melihat ibunya mau berangkat kerja ada drama juga tapi tidak setiap hari seperti adiknya.
Bagi ku mereka adalah penghibur dan mainan ku saat aku merasa lelah dan stress, mereka adalah semangat hidupku. Karena adanya mereka cerita kehidupan ku kini berbeda, bergelar seorang ibu adalah harapan setiap wanita. Semoga harapan itu mengajarkan ku sebagai seorang ibu yang baik, dapat mendidik anak-anak ku menjadi manusia yang berhati lembut, sabar, pengertian dan berakhlakul Karimah. Semoga Abang Rasyid dan Ade Khanza menjadi anak-anak yang Sholeh dan Sholehah...
Aamiin Yaa Rabbal'alamin 🤲🏻
Monday, February 7, 2022
Do'a dan Takdir
Jakarta, 25 Desember 2017
Ketika doa & takdir bertemu dalam satu garis lurus,
Percayalah kita belum berada dalam sebuah akhir cerita.
Saat namaku & namamu pada lauhul mahfudz telah mencapai bab penyatuannya,
percayalah hidup tak akan selamanya terasa indah.
Bunga-bunga cinta tak akan terus bermekaran serta mewangi baunya.
Percayalah sayang.
Dunia ini hanya setetes air pada maha luasnya samudra.
Layaknya sebutir debu pada akbarnya hamparan padang pasir sahara.
Apapun yang menjadi kekuranganku,
dan apapun yang menjadi kurangmu,
tak seharusnya membuat niat sucimu untuk membimbingku,
serta niat tulusku untuk mendampingimu menuju syurgaNya menyusut dan mengerucut sebab kecewa.
Percayalah sayang.
Bertahun-tahun sudah aku mencoba mendidik diri menjadi manusia yang percaya pada janji Tuhannya.
Tak mudah memang.
Banyak ujian yang hampir membuatku menyerah.
Banyak jalanan terjal yang hampir membuatku tergelincir.
Tapi disini,
engkau masih bisa melihatku tegak berdiri meski pernah hampir oleng terpapar garangnya jerat-jerat jaring dunia.
Janjiku pada hari dimana engkau menggetarkan langitNya masih tak berubah hingga kini.
Aku masih ingin sakinnah denganmu,
mawaddahh bersamamu,
wa rahmah didunia & firdausNya.
Wednesday, January 26, 2022
Bantulah Aku Menggenggam Matahari
Kenangan Terindah
Pernahkah kau mengagumi atau menyukai seseorang? Apa yang kau lakukan ketika mengagumi atau menyukai seseorang? Yah... Setiap orang memilik...



