Thursday, July 28, 2022

Kenangan Terindah

 Pernahkah kau mengagumi atau menyukai seseorang?

Apa yang kau lakukan ketika mengagumi atau menyukai seseorang?

Yah... Setiap orang memiliki caranya tersendiri ketika sedang mengagumi seseorang. Ada yang berani mendekat, ada yang hanya mengagumi dari jauh dan ada yang hanya menyimpannya dalam hati.

Talita salah satu orang yang ketika mengagumi seseorang hanya menyimpannya dalam hati, dia tidak menunjukkan perasaannya sedikit pun kepada orang yang ia sukai. Bagaimana rasanya hanya dia yang mengagumi sendirian tanpa ada yang mengetahui?

Talita, perempuan anggun berwajah manis, penyayang, perhatian, pendiam, ramah, agamis, penuh sopan dan santun. Dia wanita yang sangat rapih ketika mengagumi atau menyukai seseorang, dia sangat rapih menyembunyikan perasaannya, bahkan teman dekatnya tidak ada yang tahu bagaimana perasaannya.

Talita berangkat dari rumah penuh semangat untuk ke kampus, setiap pagi Talita diantar ayahnya sampai halte Transjakarta. Kendaraan setiap harinya menuju kampus adalah bus Transjakarta, karena masih pagi bus tidak terlalu padat. Talita turun di halte harmoni untuk meneruskan perjalanannya berganti bus, naik bus umum resiko hanya di waktu. Jika bus datang cepat maka Talita sampai kampus tepat waktu, jika bus datang telat ia pun akan terlambat sampai kampus. Talita selalu mengefisiensikan waktu setiap harinya.

Talita kuliah di salah satu universitas swasta Jakarta Selatan, dia menduduki semester 4 saat ini jurusan yang ditempuhnya adalah pendidikan matematika. Jurusan matematika bukan pilihannya saat mendaftarkan dirinya, namun saat itu jurusan yang ia minati belum ada dan pada akhirnya dia mengambil jurusan yang dia mampu dan dapat mengikuti.

Sepanjang perjalanan di bus, ia memandangi langit yang terhampar luas. Maha Besar Allah telah menciptakannya. Di luar sana cuaca sangat cerah, gumpalan awan putih yang bermacam-macam bentuk menampakkan keindahannya. Sehingga terpesona bagi setiap orang yang melihatnya.

Keadaan bus sangat padat, Talita tidak mendapatkan kursi sehingga ia harus berdiri. Setiap pulang dan pergi bus Transjakarta menuju arah Jakarta Selatan tidak pernah sepi selalu ramai, tempat duduk pun siapa cepat dia dapat. Maka dari itu Talita tidak pernah 

Sesampainya di kampus Talita bertemu dengan teman-temannya, mereka saling bersenda gurau sebelum memasuki kelas. Ketika Talita ingin masuk kelas, dari jauh dia melihat seseorang yang membuat jantungnya berdebar kencang sampai tidak dapat menahan debarannya.

Pria tinggi semampai, manis, dan berkacamata membuat Talita menghentikan langkahnya sejenak namun tidak lama dia langsung memasuki kelasnya. Pada pandangan pertama pria itu sudah membuat hati Talita tidak karuan.

Talita berusaha tidak ingin mencari tahu dan ingin bersikap biasa saja jika nanti berpapasan dengannya kembali, kegiatan belajar berlangsung dengan sedikit membosankan. Mungkin karena dosen yang kurang menguasai kelas sehingga membuat jenuh para masiswanya. Setelah 2 jam belajar berganti dosen lain, kelas sedikit gaduh ketika tidak ada dosen sama halnya seperti anak-anak SMA.

Ketika dosen belum masuk kelas, ada yang keluar kelas cari makan karena lapar belum sarapan, ada yang pergi ke kantin, ada yang merokok (mahasiswa), ada yang sibuk dengan gadget, ada yang sibuk sama laptop, ada yang asyik ngerumpi bersama gengnya, dan ada yang asyik menyendiri tidur diatas meja.

Info dari ketua bahwa dosen berhalangan hadir, Talita dan teman-temannya beralih pindah ke mushallah fakultas. Karena waktu menjelang Dzuhur masih lama, sebagian teman Talita mengerjakan shalat sunah duha begitu juga dengan Talita. Talita dan temennya tetap berada di mushallah sambil menunggu waktu Dzuhur tiba.

Saat adzan Dzuhur berkumandang segerombolan mahasiswa dan mahasiswi lewat depan mushallah, dari segerombolan mahasiswa ada salah satu pria yang membuat Talita menoleh sedikit memperhatikan, terlihat senyumnya yang menggembang.

Lebih baik menyimpan rapat perasaan kita terhadap lawan jenis, meski itu hanya sekedar mengagumi. Karena, saat orang tersebut menggetahuinya akan ada seseorang yang tidak suka dengan perasaan kita terhadap orang yang kita kagumi. Entah itu temen dekatnya, temen perempuannya, atau orang lain yang mungkin tidak kita kenal.

Sebagai perempuan pada hakikatnya adalah menjaga Izzah dan iffahnya, Izzah adalah kehormatan perempuan sebagai seorang muslimah. Sedangkan Iffah adalah bagaimana seorang muslimah dapat menjaga kesucian dirinya dengan menjadikan malu sebagai pakaian mereka.

Aku menemukan sebuah website dimana ada tulisan berjudul “Catatan Seorang Akhwat” disana aku membaca dan merenungi kata demi kata yang dituliskan oleh penulisnya, sungguh aku sangat suka, terlebih ada sebuah quotes yang tertulis indah. Begini bunyi quotes itu :

“Jika engkau jatuh cinta pendamlah rasa itu dan jangan kau tampakkan. Mohonlah kepada Allah agar menjadi tenang. Jika kau mati dalam keadaan bersabar, niscaya kau akan beruntung mendapatkan syurga.” (Taman Orang-Orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu)

Siapa yang belum pernah merasakan jatuh cinta, aku rasa kebanyakan sudah merasakan itu, tapi yang membedakan adalah apakah dia mengumbar atau diam dan bermunajat kepada pemilik hati ini?

Wednesday, July 6, 2022

Singlelillah

Kata orang menunggu itu satu hal yang menyebalkan, tapi bagi ku menunggu itu satu hal yang menyenangkan .

Menunggu kereta.

Menunggu mobil/motor online.

Menunggu air matang.

Menunggu ada yang ngirim pulsa atau kuota nyasar. 🙊

Kadang bosen kan? Itu Manusiawi, wajar-wajar saja namanya juga manusia pasti bisa mengalami titik jenuh pada masanya. Tapi, menurut ku 'menunggu' itu bisa dijadikan momen yang tepat buat muhasabah dan dzikir di sela-sela kekosongan waktu .

Pada hakikatnya kita hidup di dunia ini untuk menunggu hal yang sebenar-benarnya pasti datang, yaitu menunggu kapan Malaikat Izrail menjemput kita. Menunggunya itu adalah satu kenikmatan. Nikmat bila pada masa penantian itu kita isi dengan melakukan amal-amal shalih, bukankah itu menyenangkan jika tiap saat kita bisa dekat dengan-Nya?

Sambil menunggu kereta, baca shalawat.

Sambil menunggu air matang, baca dzikir. 

Sambil menunggu ada pulsa/kuota nyasar? baca Qur'an.

Bagi sebagian orang, menunggu itu menyebalkan tapi bagi ku menunggu itu menyenangkan sebab saat itulah masa-masa keemasan untuk bisa memperbaiki diri. Menunggu ada yang lamar misalnya. Kan berabe kalo suatu waktu ada ikhwan shaleh yang ngetuk pintu rumah mau ngelamar, eh kitanya masih begajulan. Masa iya memperbaiki dirinya pakai sistem kebut semalam? Lah selama ini masa 'menunggu' itu dipake buat apa mba?

Saat menunggu dalam penantian sang Ikhwan Sholeh melamar harus penuh kebesaran jiwa, julukan ku pada saat masa penantian adalah "Jones". Pribahasa jones mungkin sudah tidak asing lagi untuk di dengar, terutama dikalangan remaja saat ini "Jones (jomblo ngenes").

"Ya Allah... Sesedih itukah masa penantian ku" ujarku dalam hati

Bertahun-tahun menanti dan bertemu dengan orang yang pernah singgah namun pada akhirnya mereka bukanlah jodohku. Selama masa penantian, aku mendekatkan diriku padaNya. Memperbanyak munajat, memperbaiki niat apa yang menjadi dasar berumah tangga. Bukan hanya semata nafsu belaka akan tetapi niat beribadah karena Allah.

Saat kita menginginkan sesuatu maka pada dasar sifat manusia adalah merengek bahkan menangis sampai sejadi-jadinya kepada ayah/ibu, itupun yang aku lakukan saat masa penantian. Benar-benar menikmati dan menjalani apa yang telah Allah gariskan dalam kehidupanku.

Aku adalah wanita yang tidak memiliki teman pria, namun hatiku sangat luas jika sudah menyayangi seseorang. Maka dari itu aku sangat menjaga dari berbagai rasa pada lawan jenis, dalam masa menunggu aku berusaha menjaga Izzah dan iffah sebagai muslimah. Aku yakin bagi para muslimah yang sedang dalam masa penantian atau menunggu Sang pangeran berkuda datang pasti bisa menjaga Izzah dan iffahnya. Gunakan masa dalam penantian mu dengan melakukan hal-hal yang positif, bersikap dan berpikir positif, insyaAllah takdir Allah akan datang di tempat waktu. Maka bersabarlah, kuatkan iman dan mendekatkan diri pada-Nya. 

***

"Nidha....." Panggil ibu dari luar kamar

Panggilan terlembut yang sering aku dengar disetiap pagi ku. Suara lembut itu adalah milik ibuku, apalagi saat ibu sedang menasihati senang sekali mendengarnya. Meski sesekali terdengar teriakan dan cerewetnya ibu saat aku tidak merespon panggilannya dan melakukan kesalahan.

"Iya Bu"

Aku pun bergegas bangun dari tempat tidurku, lalu ku hampiri ibu dengan wajah kucel. Seperti biasa setiap paginya, aku selalu menemani ibu kepasar berbelanja kebutuhan dapur dan lauk pauk yang ingin dimasak pada hari ini.

"Cuaca hari ini sangat menyegarkan" gumamku dalam hati, sambil menghirup nafas panjang saat keluar dari pintu rumah. Pasar sudah ramai dari dini hari, kebetulan rumahku tepat depan pasar jadi tidak perlu jauh-jauh jalan kaki untuk berbelanja kebutuhan dapur.

Pasar tampak ramai hari ini, namun dimana-mana pasar selalu ramai. Ku langkah kan kaki ku perlahan demi perlahan mengikuti jejak kaki ibu ku, karena ibu yang tahu mau berbelanja apa saja kadang aku berjalan mengikuti ibu dari belakang karena kalau jalan berdampingan makan tepat.

Sambil berjalan aku sedikit cerita bahwa hari ini ada acara diluar untuk mengikuti seminar bersama saudara ku dan teman-temannya.

"Seminar apaan neng?" Tanya ibuku

"Seminar pra nikah Bu" jawabku sambil tersipu malu

Ibu hanya tersenyum mendengar jawabanku

Sesampainya di rumah, aku langsung bergegas mandi dan berpakaian rapih ala kadarnya dengan ciri khas berpakainku, gamis panjang sampai bawah mata kaki, hijab menutupi dada dan disilangkan kekiri menggunakan Bros hijab. Setelah rapih, aku berpamitan pada ibu.

Sesampainya di stasiun kalibata, aku dan saudara ku menunggu temennya sampai stasiun tujuan, tinggal beberapa stasiun. Panggil saja saudaraku 'sunny' dia adalah saudara terdekatku karena usia yang tak terlampau jauh antara aku dan saudaraku. Sambil menunggu kita cari jajan sambil mengecek tarif mobil online. Tidak lama kemudian temen sunny pun sudah ada dihadapan kita, dan lanjut ke perjalanan selanjutnya menggunakan mobil online agar sampai pada tempat acara.

Sesampainya pada gedung yang dituju, suasana tidak terlalu ramai. Akhirnya kita menuju tempat registrasi, setelah registrasi kita menuju ke tempat acara. Saat kaki melangkahkan kaki ruang aula, ternyata disana sudah padat dengan para akhwat dan Ikhwan. Pintu masuk akhwat dan ikhwan dipisah menuju aula, kita betpadat-padatan menuju aula sambil bergilir mendapatkan Snack. Tidak lama kemudian di belakang rombongan kita masih banyak rombongan lain yang baru pada datang, sungguh luar biasa seminar pra nikah yang di minati para akhwat dan Ikhwan ini.

Sampailah kita di posisi tempat duduk aula, ada 2 tingkat dalam bentuk lingkaran O tempat duduk aula tersebut. Karena tempat duduknya tidak teratur penempatannya maka dari kami ber 4 mencar dibagi 2. Posisi aku duduk baris kedua dari tempat duduk terakhir, saudaraku posisi dibelakangku.

Tiada yang terjadi di dunia ini tanpa sepengetahuan Allah Azza Wajalla, DIA tidak pernah tidur dan maha tahu dari apa yang tidak kita ketahui.

Pagi ini merupakan hal yang membuat diriku merasa kaku, hari minggu maupun hari libur lainnya memang terkesan membekukan aktivitas ku. saat sebagian manusia merasa bebas dengan liburnya aktivitas.

Langkah siang ini sangat bersahabat, buru-buru disapu setiap awan yang melintas menutupi kecerahan pandangan, tak sehelai pun tertinggal, sinar kuning merambat disetiap dinding kehidupan dengan perkasa. Beda denganku, hari ini bersemangat lembut melangkah pergi, ujung jilbab putih ini berkibar menggambar angin yang bergolak, ku mantap meniti langkah menuju rumah dengan berjalan kaki hanya butuh 20 menit sampai tujuan, cukup melelahkan namun inilah aku dan juga hidupku…


Rasa 2

Cintakah kau padaku?

Datanglah kau pada diriku?

Tahukah kau hati ku begitu sepi

Raga mu Deket namun terasa jauh

Itu yang aku rasakan

Dirimu selalu bermuka masam dan tidak ceria saat ada diantara kita

Kau sibuk dengan hobby yang membuat kita diabaikan

Aku dan anak-anakku Selalu menunggu bermain, tertawa, dan cerita bersama.

Menyesalkah kamu tidak dapatkan pahala yang sudah terbukti halalnya depan matamu

Menyentuh ku, tersenyum padaku, berkata manis, dan mencium ku. Rasanya aku hanya berkhayal dengan imajinasi ku, padahal kau adalah orang yang sangat jelas depan mataku.

Rupaku tidaklah secantik bidadari surga, tidak secantik wanita rekan kerjamu, tidak secantik wanita yang kau temui di perjalanan. Namun akulah istrimu yang selalu kau diamkan dan kau acuhkan.

Kau sangat berbeda saat dirimu ditengah-tengah antara teman-teman mu, begitu mempesona, ceria, senyumanmy sangatlah lebar kau perlihatkan depan umum. Namun saat bersamaku, apalah aku hanya melihat ketidak sukaan mu kepadaku, kau tiba-tiba berubah, kau menolak ku cium tanganmu seusai shalat, hatiku hancur, sedih, padahal tidak ada orang lain diantara kita hanya ada kamu, aku dan anak-anak kita 

Menyesalkah kau mengabaikan ku?

Aku sangatlah pintar dalam menyembunyikan sesuatu, menyembunyikan rahasia pribadi, menyembunyikan sedih dan tangisku.

Pernikahan kita baru akan menginjak 5 tahun, namun hatiku sudah terasa hampa. Kita bagaikan orang asing setiap harinya, apakah kau tidak merasakan?

Aku mencoba menerima sikap yang sudah menjadi tabiat mu, aku mencoba menerima apa yang sudah aku lihat depan mataku, aku mencoba menerima dengan segala hobbi mu, namun lihatlah sekali saja diriku, pernahkah kau memperhatikan wajahku yang kusut lelah seharian bermain anak-anak?

Setiap harinya aku selalu berprasangka mungkin, sifatnya akan berubah besok, ketika besok mungkin lusa, ketika bertemu lusa mungkin keesokannya lagi. Aku hanya tidak berharap banyak padamu, aku hanya kau melihat ku yang ada di depanmu.

Terima kasih atas semua waktu yang sudah kau isi, semoga aku dapat memahami dan menerima apa yang menjadi maumu.

Tuesday, July 5, 2022

Waktu

Ada 70 miliar waktu yang indah dalam pandangan populasi 70 miliar orang

Yang artinya, setiap orang memiliki waktu yang indahnya sendiri

Waktu yang indah

Masa-masa ketika kehidupan berubah menjadi bunga

Jangan merasa sedih karena ia belum tiba

Jangan disesalkan karena ia sudah pergi

Kejadian kemarin, lupakan hari ini

Aku adalah kamu, kamu adalah kami

Karena waktu terus berjalan

Bunga selalu bersiap untuk mekar

Ulang Tahun Rasyid ke 3

Jum'at, 28 September 2018 pukul 11.21

Sungguh nikmat yang luar biasa, terbayar semua saat mendengar tangismu nak. Kata-kata yang Umma rangkai hanya mewakili sedikit rasa sayang & cinta Umma terhadap mu.


Saat ini kau mulai memasuki usia 3 tahun, sungguh hari-hari itu panjang tetapi tahun-tahun itu singkat. Dari dalam perut kamu sudah menjadi anak baik, penurut, bahkan kamu mendengar apa yang Umma pinta. MasyaAllah...

Alhamdulillah saat mengandung mu Umma dapat 2x khatam, bahkan ada perasaan terkejar tidak ya untuk khataman kedua sampai tanggal prediksi. Harusnya lahir tanggal 25 jadi tanggal 28, pas tanggal 25 sampai fajar terbit Alhamdulillah khataman ke 2 selesai.

Pada saat itu doa Umma, "semoga anak ini menjadi penghafal Al-Qur'an, menjadi imam besar di Masjidil haram" Aamiin 🤲🏻 namun, apa pun kelak cita-citamu dan harapan mu, ingat bahwa doa Umma akan selalu membersmaimu sepanjang waktu.


Selamat ulang tahun anakku sayang, terima kasih sudah menjadi penyempurna dalam hidup Umma🤗Semoga menjadi anak yang Sholeh, anak yang bertaqwa, berakhlakul karimah, anak yang berbakti, menjadi anak hebat, sayang sama Ade, sayang sama keluarga, semoga Rahmat Allah selalu tercurahkan kepadamu setiap harinya dengan bermacam pintu keberkahan. Aamiin 🤲🏻


I love you sayang, Abang Rasyid🤗😘😇

Hambar Rumah Tanggaku

Bagaimana rasa masakan yang kalian makan rasanya hambar, tidak ada rasa asin, manis atau pedas. Benar-benar tidak mendapatkan rasa enak dalam makanan tersebut.

Begitu pula dengan rumah tangga, terasa hambar. Tidak merasakan apa-apa dalam rumah tangga ku. Manisnya rumah tangga hanya ada dalam 2 atau 3 tahun pernikahan, merasakan sangat indahnya dalam rumah tangga mungkin di 1 tahun pertama. Masih terasa hangat, saling memberikan perhatian, saling melengkapi, saling mengerti, namun setelah 3 tahun pernikahan semua terasa hambar.

Sakit rasanya, hanya aku yang pertahan dengan rasa hambar tersebut. Semua makanan aku telan pahit-pahit tanpa merasakan kehambaran itu, padahal dari hati terdalam aku berontak. Pikiran ku terus berputar dengan banyak pertanyaan yang ingin aku ajukan, namun apalah daya semua ku simpan rapat-rapat demi menjaga rumah tanggaku.

Ada anak-anak yang selalu merindukan hadirnya, yang selalu menunggu kedatangannya, yang selalu menunggu untuk bermain dengannya, yang selalu menunggu untuk diajak bicara, dan yang selalu ingin mendapatkan perhatiannya.

Jangan kan anak-anak yang merindukannya begitu pun dengan aku, selalu menunggu dekapannya dan kasih sayangnya. Namun aku hempaskan semua perasaan itu, yang penting anak-anak mendapatkan apa yang mereka inginkan dari sosoknya.

Iya, sosok figur seorang ayah yang selalu aku rindukan. Yang selalu ingin aku rasakan dari dulu hingga sekarang, namun saat berumah tangga figur seorang ayah pun tidak aku lihat pada dirinya dalam hidupku.

Memiliki seorang ayah yang tidak pernah hidup satu atap dengan kita adalah hal yang hampa, memiliki rasa peduli terhadapnya, namun yang seharusnya semua rasa tertuju padanya itu tidak aku miliki. Hanya sekedar rasa kasihan dan peduli sekedarnya, mungkin sakit namun aku lebih sakit.

Maka dari itu, aku tidak ingin apa yang aku rasakan dahulu dirasakan oleh anak-anak ku.

Kurangku Kurangmu


Setiap pasangan memiliki kekurangan masing-masing, begitu pula dengan diriku atau dirimu. Aku memiliki kekurangan dan kau pun punya kekurangan, jika kita saling melengkapi maka tertutuplah kekurangan terebut.

Cinta seharusnya seperti itu, jika pasangan kita memiliki kekurangan maka dengan lapang dada harus menerima kekurangannya. Karena, tidak ada makhluk sempurna di muka bumi ini. Kesempurnaan hanya milik Allah, sebagai manusia yang dhaif pasti banyak kurangnya.

Adakalanya terdapat pasangan suami istri yang tidak menerima kekurangan pasangannya masing-masing sehingga sering terjadi pertikaian-pertikaian kecil dalam rumah tangganya. Jika kita dapat memaknai pertikaian itu sebagai bumbu rumah tangga, maka amanlah rumah tangganya. Namun, jika sebaliknya terus memperpanjang setiap masalah-masalah kecil mau dibawa ke mana nasib rumah tangganya.

Kekuranganku dan kekuranganmu telah menyatukan kita menjadi satu. Kelebihan mu melengkapi kekuranganku dan kelebihanku melengkapi Kekuranganmu, begitu seharusnya. Semoga bumbu-bumbu manis rumah tangga ini selalu menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi, pribadi yang kuat, sabar dan selalu memberikan semangat dalam menggapai ridha-Nya.

Dear Suamiku

Maafkan aku atas salahku

Maafkan aku atas sikapku

Maafkan aku atas perkataan ku

Maafkan aku atas semuanya

Aku hanyalah manusia biasa

Aku hanyalah perempuan pada umunya

Aku ingin diperhatikan

Aku ingin disayang

Aku ingin dimengerti

Aku ingin didengar

Aku ingin dilihat

Aku tahu banyak kurangku

Aku tahu banyak salahku

Jika semua inginku tidak dapat kau berikan

Satu yang ingin aku harapkan dari mu

Cinta dan kasih sayangmu padaku

Jika kau cinta, mungkin aku tak diacuhkan

Jika kau sayang, kau takkan membuatku menangis

Hanya itu inginku

Sayangku...

Percayalah perasaanku tidak berubah kepadamu

Cinta ku tidak memudar meski sudah dimakan waktu

Aku tetap seperti dulu

Aku Perempuan yang selalu mencintaimu

Aku yang selalu menyebut namamu dalam doaku

Seperti janjiku kepadaNya

Bahwasannya aku menikah karena ingin menyempurnakan separuh agamaku

Semoga kelak kau dapat membaca tulisanku

Semoga esok, lusa, dan hari-hari berikutnya kau paham perasaanku

Semoga esok, lusa, dan hari-hari berikutnya aku dapati dirimu yang berubah jadi lebih baik lagi

Semoga esok, lusa dan hari-hari berikutnya kau dapat mencintai dan menyanyangiku dengan penuh kasih

Semoga esok, lusa dan hari-hari berikutnya kau telah menjadi ayah yang baik buat anak-anak kita

Terima kasih sayang untuk semua waktu kebersamaan kita

Terima kasih atas perasaanmu

Aku istri dan ibu dari anak-anakmu


Jakarta, 20 Maret 2022


Rabu Malam

Selesai menidurkan anak-anak biasanya aku ikut tertidur, namun malam ini mata sulit terpejam. Sekitar pukul 21.49 kepala ku mulai sakit dan pusing, segera ku charger handphone ku yang lobet. Kuraih bantal lalu memejamkan mata hingga tidur terlelap.

Setiap tengah malam aku selalu terbangun, ketika kantuk masih melanda aku hanya sekedar melihat waktu lalu ku tidur kembali. Malam ini waktu menunjukkan pukul 01.48 aku terbangun, saat terbangun terasa lelah, otak dan badan terasa cape. Entah karena efek dari ngopi tadi sore atau seharian aku terlalu lelah dengan kerjaan hingga saat mata terpejam pun otak masih mikir, entah ada sesuatu yang membuat hati gelisah.

Ku raih handphone genggam ku, sambil ku buka beberapa jejaring sosial media. Tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 02.59, ingin sekali ku pejamkan kembali mata ini namun saat mencoba memejamkan mata otak ku bercabang memikirkan ini dan itu sehingga tidak dapat lagi istirahat. 

Padahal pagi ini masih masuk sekolah, ingin sekali beristirahat dari semua pikiran yang bercabang. Sudah hampir 3 Minggu suamiku tidak tidur dikamar, dia lagi ingin tidur di ruang tamu. Biasanya kalau lagi susah tidur lagi seperti ini yang aku cari kenyamanan, karena sedang ada tamu bulanan maka tidak dapat bercengkrama dengan-Nya di sepertiga malam-Nya. Lalu ku hampiri suami yang sedang tertidur pulas di ruang tamu, sambil berbisik "Baba, Umma gak bisa tidur lagi habis mendusin. Minta peluk" ujarku

Suami ku langsung berubah haluan, yang tadinya tertidur dalam posisi miring ke kanan kita menjadi nyelentang. 

"Huft... Pengen di peluk malah nyelentang" ujarku dalam hati

Akhirnya aku yg memeluknya dan mencoba memejamkan mata, namun tetap tidak bisa terpejam. Tidak lama posisi suamiku berubah haluan lagi kearah kiri, langsung aku berubah posisi menghadap kiri juga dan suamiku tidur sambil memelukku erat. Terasa nyaman sekali, ku coba memejamkan mata kembali, perlahan-lahan terpejam hingga lelap.

Tidak lama mata terpejam, saat posisi sedang terlelap tidur terdengar suara menangis dari arah kamar. Salah satu anakku nangis, entah itu suara tangis Abang atau Ade. Langsung dengan mata terkantuk aku berlari ke kamar menghampiri anakku, ternyata Abang yang sedang menangis berlinang air mata. Ade nya masih tertidur lelap, segera aku seduhi susu di botolnya selesai membuat susu Abang kembali kurebahkan badanku diatas kasur tak lama hitungan detik adeknya bangun minta susu juga. Selalu begitu, mungkin dalam tidurnya dia mendengar ibunya membuat susu tapi ternyata susunya bukan untuk dia.

Lalu kubuatkan susu untuknya, mereka pun kembali memejamkan matanya. Aku kembali lagi merebahkan badanku, dengan keadaan kepala yang pening ingin sekali aku tertidur lelap. Ku coba memejamkan mata, 1 menit, 3 menit, 5 menit tiba-tiba alarm handphone suami ku berdering menunjukkan pukul 04.00 segera ku matikan alarmnya, Alhamdulillah anak-anak ku tidak terganggu dengan suara alarm itu.

Sebelum memejamkan mata, ku pandangi anak-anakku yang sudah terlelap tidur. Jadi inget tadi saat Abang nangis, dalam posisi aku yang tertidur diluar saat mereka menangis pendengaranku ternyata masih peka mendengarnya. Sedangkan suamiku mau tidur dalam satu kamar atau di ruang tamu saat anaknya menangis biasa saja. Mungkin itu kelebihan pendengaran dari seorang ibu, sangat luar biasa begitu pekanya kalau sudah mendengar suara anak.

Tidak lama, aku mencoba memejamkan mata kembali namun tetap sama pikiranku tidak ingin beristirahat. Mungkin karena ada yang mengganjal di pikiranku, karena ada ide-ide dan kosa kata yang sudah menampung lalu ku akhiri dengan membuka gadget dan ku tuangkan melalui tulisan.

Meski kepala terasa pening, setidaknya otakku sudah tidak berat menanggung yang ada didalamnya. Tidak terasa adzan subuh berkumandang, ku lihat suamiku sudah terbangun. Lalu ku bergegas ke kamar mandi persiapan berangkat kesekolah.

Aku si Pencemburu


Setiap wanita pasti memiliki rasa cemburu dalam hatinya, bisa di pertanyakan jika dalam hubungan tidak memiliki rasa cemburu. Apakah dia mencintaiku? Apakah dia menyanyangiku? Menurutku selama rasa cemburu itu masih dalam hal wajar tidak berlebihan tidak jadi masalah.

Aku adalah termasuk wanita pencemburu, bahkan setiap istri memiliki cemburu terhadap suaminya, begitupun sebaliknya. Mungkin hanya beda mengungkapkan perasaan tersebut, jika wanita bisa dari sikap dan melalui kata-kata. Entah jika dengan pria, karena aku tidak pernah melihat atau mendengar kata cemburu dari suamiku. Bukan berarti aku ingin dicemburui, aku hanya ingin tahu perasaannya terhadapku. Mencintai atau menyanyangi kah dia terhadapku?


Aku selalu berpikir keras, mungkin rasa cinta atau sayangnya tidak dia ungkapkan melalui verbal melainkan tindakan. Suamiku selalu membantuku dalam urusan rumah tangga, entah itu mencuci pakaian, membersihkan rumah dan menjaga anak. Ada sesekali aku ingin mendengar dari mulutnya dan membisikan "I Love You Umma", ingin sekali melihat sikap hangat terhadap ku dengan sebuah tatapan. Aku tidak berekspektasi tinggi dengan ucapan-ucapan manis atau dengan diberi kejutan darinya, cukup dengan hal diatas sudah membuatku bahagia.


Aku tidak mempermasalahkan sikapnya terhadapku saat didekati selalu menghindar dan merasa risih dekatku, sejauh ini aku bisa memaklumi. Melalui tulisan ini aku hanya ingin mengungkapkan perasaan ku, bahwasannya "aku selalu mencintaimu", aku mencintaimu dalam keadaan apapun. Jika sikapku selalu salah "maafkan aku" jika ucapku salah "maafkan aku". Perasaan ku selalu sama dari pertama namaku disebut depan penghulu bahkan hingga saat ini tidak berubah. Karena dirimu adalah jawaban dari doa-doaku sepanjang malam, yang selalu ku pinta pada Sang Murobi.


Dalam rumah tangga tidak ada yang baik-baik saja, jika pada fase aku sedang tidak baik-baik saja aku selalu memikirkan dan membayangkan saat-saat dalam masa penantian dan dirimu datang kepada waliku. Aku selalu melihat saat-saat aku menjaga hatiku hanya untukmu, selalu melihat saat-saat aku memohon dan meminta kepada DIA.


Aku selalu meminta dalam setiap sujudku, jatuh cintakanlah suamiku terhadapku setiap harinya, berikanlah perasaan sayang terhadapku setiap harinya, jadikanlah aku istrinya orang yang sangat menarik dilihat olehnya, jadikanlah aku istrinya orang yang selalu ada dipikirannya, jadikanlah aku istrinya satu-satunya wanita yang mendampinginya. Dengan keridhaan Nya aku selalu meminta dengan hal baik, agar Allah pun paham. Bahwasannya tidak ada kecintaan yang dapat melawani rasa cinta Allah terhadap hambaNya, aku tidak ingin Allah cemburu karena DIA adalah Maha pencemburu, maka itu aku hanya menitipkan dan meminta melaluiNya.


SUAMIKU SAYANG...

Baba ku tercinta

Ayah anak-anakku

Tahukah dirimu aku mencintaimu

Tahukah dirimu aku menyayangimu

Tahukah dirimu aku adalah jawaban dari doamu

Dan dirimu adalah jawaban dari doaku

Maafkan aku jika terdapat banyak kesalahan pada diriku

Aku yakin dirimu mencintaiku

Aku yakin dirimu menyayangiku

Aku yakin hatimu untukku

Aku yakin dirimu selalu ada untukku

Meski tidak terlihat dalam bahasa verbal

Aku sangat yakin dengan hatimu

Aku mohon, jagalah keyakinan ku ini wahai suamiku

Aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku

Aku terlalu takut dengan hatiku

Semoga cinta kita selalu terjaga

Semoga cinta kita diridhai oleh alam semesta

Mari menua bersama denganku

Hingga bersatu kembali di syurga-Nya.

Rasa


Pernahkah kau melihat perasaanku, hatiku

Pernahkah kau menolah hanya untuk memandangku

Pernahkah kau mencoba untuk tahu isi hatiku

Pernahkah kau memandangku hanya untuk melihatku

Pernahkah...

Pernahkah kau mencintaiku

Pernahkah kau menyanyangiku

Pernahkah kau Peduli padaku

Pernahkah kau memahamiku

Pernahkah...

Saat cinta hanya bertepuk sebelah tangan, semua terasa hampa

Tidak ada rasa menyayangi

Tidak ada rasa mencintai

Tidak ada rasa memiliki

Tidak ada rasa sedikitpun, itu sangat menyakitkan

Jika kau tau rasaku

Apakah kau akan melihat atau memandangku hanya sekejap

Tidak perlu kata-kata manis

Hanya melihat dengan tatapan penuh kasih sayang sudah membuktikan akan sebuah perasaan

Aku hanya bisa terdiam

Aku hanya bisa menghela nafas

Aku hanya bisa menangis

Aku hanya bisa memendam

Hingga rasa ini menjadi rasamu

Semoga kelak kau dapat merasakan apa yang pernah aku rasakan


Kenangan Terindah

 Pernahkah kau mengagumi atau menyukai seseorang? Apa yang kau lakukan ketika mengagumi atau menyukai seseorang? Yah... Setiap orang memilik...